Sabtu, 04 April 2015

Essay Saya Yang Pertama - Edisi KOMMUN

Assalamualaikum teman-teman pembaca blog saya...
Kali ini saya ingin share essay buatan saya tentang nuklir saat beberapa bulan yang lalu saya ikut recruitmen KOMMUN (Komunitas Muda Nuklir Nasional). Untuk yang belum tau apa itu kommun kalian coba cari info tentang kommun di web (www.kommun.or.id). komunitas ini bergerak dibidang nuklir teman-teman. Di UIN sebenarnya juga ada komunitas seperti ini yang bernama KMSN (komunitas mahasiswa sadar nuklir) KMSN ini merupakan ranting dari KOMMUN teman-teman.
ok mungkin introductionnya cukup kali ya... To the point
Mohon maaf ya bila kalian bosen baca essaynya. karna ini essaynya didedikasikan untuk essay ilmiah hehehehe :D


PEMANFAATAN NUKLIR SEBAGAI ENERGI UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA
Teo Duri Yosta
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi disingkat IPTEK, merupakan kreasi dan inovasi manusia yang selalu berkembang dan bersifat dinamis. IPTEK menentukan peradaban umat manusia walaupun kuasa dan kehendak takdir ada ditangan yang kuasa. IPTEK bersifat netral, tidak buruk dan juga tidak baik. Baik buruknya kinerja IPTEK sangat ditentukan oleh manusia yang berada dibelakang IPTEK sama dengan halnya nuklir, nuklir bisa dijadikan bahan untuk menyejahterakan manusia namun penggunaan yang tidak terpuji akan mampu membinasakan umat manusia baik secara perlahan maupun secara cepat dan serentak.
Pemanfaatan nuklir yang tidak terpuji bisa dilihat sejarah perang dunia II. Pemanfaatan bom nuklir untuk pertama kali yang dijatuhkan oleh AS di kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang, telah mampu menghentikan Perang Dunia II yang melanda juga di kawasan Asia dan berdampak pada penurunan tingkat kesehatan manusia. Menyadari akan hal tersebut yang sungguh mengerikan, para ilmuwan berusaha memanfaatkan potensi nuklir bukan untuk menyengsarakan manusia tetapi memanfaatkannya untuk kesejahteraan umat manusia.
Banyak instansi,komunitas dan lembaga negara berusaha untuk memberikan pencerahan dan menghilangkan kesan nuklir yang kejam dan menakutkan kepada generasi penerus bangsa. Begitupun seharusnya mahasiswa sebagai agen perubahan harus ikut menaruh perhatian pada potensi nuklir untuk perdamaian, kesehatan, dan kesejahteraan umat manusia serta sebagai salah satu sumber energi alternatif dalam menjalankan industri. Menggantikan sumber energi minyak bumi dan batu bara yang semakin langka.
Secara garis besar, pemanfaatan IPTEK nuklir dewasa ini dikelompokkan dalam tiga bidang, yakni bidang energi, bidang non energi, dan bidang militer. Sejak awal, Indonesia TIDAK berminat mengembangkan pemanfaatan IPTEK nuklir bidang militer, melainkan mendukung pemanfaatan IPTEK nuklir untuk maksud damai yakni pengembangan dibidang energi dan non energi bagi kesejahteraan masyarakat.
Didalam mukadimah UU No 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, telah disebutkan bahwa pemanfaatan dan pengembangan IPTEK nuklir bagi pembangunan nasional yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan, perlu ditingkatkan dan diperluas untuk ikut meningkatkan kesejahteraan dan daya saing bangsa, serta ditujukan untuk maksud damai.
Sejak IPTEK nuklir dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia, kemajuan peradaban umat manusia sangat terasa, karena teknologi nuklir dapat menjangkau berbagai bidang ilmu. Kesejahteraan rakyat menjadi lebih baik  di negara-negara yang telah memanfaatkan teknologi nuklir, sehingga teknologi nuklir seolah-olah menjadi tumpuan harapan  bagi sejumlah negara yang menginginkan pendapatan per kapita rakyatnya bisa mengalami kenaikan, yang berarti tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat menjadi lebih baik lagi. Kestabilan politik dan pemerintahan bergantung pada tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Jadi teknologi nuklir tidak hanya berpengaruh pada kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri, tetapi juga berpengaruh dalam bidang pemerintahan dan politik.
Kegiatan dalam bidang industri terbukti di berbagai negara maju pendapatan per kapita rakyatnya meningkat. Dikarenakan kegiatan ini dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan dengan berbagai macam keahlian. Selain itu keuntungannya ikut menaikkan pajak pendapatan negara sehingga hasil dari pajak tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dalam bidang sarana dan prasarana, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan bidang-bidang lain yang akhirnya akan bermuara pada tingkat kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa.
Untuk bisa melaksanakan kegiatan dalam bidang industri ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam dan faktor sumber daya energi.
Faktor sumber daya manusia meliputi tersedianya tenaga ahli dan tenaga trampil yang diperlukan untuk suatu kegiatan industri tertentu. Untuk mendapatkan tenaga ahli dan tenaga trampil diperlukan investasi melalui pendidikan dalam berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Faktor sumber daya alam merupakan faktor penting dalam menopang kegiatan dalam bidang industri. faktor sumber daya alam ini meliputi tersedianya bahan dasar untuk kegiatan industri. apabila suatu negara memiliki sumber daya alam yang cukup, hal ini sudah dapat menjadi modal untuk memulai kegiatan dalam bidang industri dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
Faktor sumber daya energi merupakan faktor yang paling utama dalam menunjang kegiatan industri. sebenarnya bukan hanya kegiatan industri saja yang memerlukan ketersediaan energi yang cukup tetapi semua kegiatan yang menyangkut kehidupan manusia memerlukan energi yang cukup.  Dari tahun ke tahun sumber daya energi stasioner berupa tenaga listrik maupun energi non-stasioner berupa bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batu bara) semakin banyak diperlukan, sedangkan sumber daya alam penghasil sumber daya energi semakin sedikit jumlahnya. Ketidak hati-hatian dan kekurang-cermatan dalam merencanakan pemakaian sumber daya alam penghasil sumber daya energi akan menjadi malapetaka bagi suatu negara.
Berangkat dari pengalaman krisis energi yang melanda dunia pada tahun 1970-an, negara-negara industri maju mulai beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Energi terbarukan yang dimaksudkan adalah energi listrik dari hydropower berupa PLTA yang bersumber dari air terjun, Energi listrik dari panas bumi atau geothermal energy. Energi listrik dari laut atau ocean thermal energy conversion. Energi dari panas matahari atau solar energy yaitu energi listrik arus searah yang dihasilkan dari tenaga surya yang diubah menjadi tenaga listrik melalui photo voltaic cell. Energi kekuatan angin yang berhembus kuat secara kontinu, melalui kincir angin untuk pembangkit tenanga listrik.  Energi terbarukan ini kebanyakan merupakan energi stasioner yang ternyata tetap tidak dapat mencukupi kebutuhan energi yang diperlukan, karena tenaga listrik yang dibangkitkan atau dihasilkan dari energi terbarukan tidak banyak.
Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang energi adalah pemanfaatan yang paling  dulu dilakukan dibandingkan aplikasi teknologi nuklir dalam bidang lainnya dan merupakan mata rantai keberhasilan melakukan reaksi inti terkendali. Pada reaksii inti yang terjadi di dalam reactor nuklir, bahan bakar atau bahan fisil yang bereaksi dengan neutron akan menghasilkan beberapa unsure radioaktif, neutron baru dan energi yang sangat tinggi, seperti tampak pada reaksi inti berikut ini :
X
+
n
X1,X2,X3 …..
+
(2~3)n
+
Energi




Bahan bakar (bahan fisil)
neutron

Radioisotop baru

Neutron baru

Energi yang tinggi








Energi yang tinggi yang dihasilkan pada reaksi tersebut di atas dimanfaatkan sebagai sumber panas yang pada proses berikutnya mirip dengan pemanfaatan sumber panas konvensional. Panas yang dihasilkan oleh energi nuklir tersebut sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Sebagai contoh penghitungan energi nuklir yang sangat tinggi hasil dari reaksi inti adalah sebagai berikut : 1023
Misalkan 1 gram U235 = m/A x NA                                        NA=Bilangan Avogadro
                                    = 1 Gram/235 Grat/Gram x6,025.1023 Atom/Grat

                                    = 2,56x1021 atom.
Padahal diketahui bahwa pada setiap pembelahan atom U235 akan dibebaskan energi sebesar 200 MeV/atom. Sehingga pada pembelahan 1 gram U235 akan dihasilkan energi (panas) sebesar : E=2,56x1021x200MeV/atom=5,12x1023MeV.
Padahal konversi energi: 1 MeV=3,83x10-14cal. Jadi energi yang dibebaskan pada reaksi pembelahan U235 adalah : E=5,12x1023x3,83x10-14cal=1,96x1010cal. Dibulatkan menjadi E=2,00x1010cal.
Sekarang kalau dibandingkan dengan ledakan granat yang berisi serbuk TNT 50 gram dan menghasilkan panas 50.000 cal=5x104cal. Sedangkan energi reaksi inti 1 gram U235 menghasilkan panas 2,00x1010cal ini sama dengan 20 ton TNT.
Jadi energi yang dihasilkan 1 gram U235 sama dengan energi ledakan 20 ton TNT. Dapat juga energi nuklir disetarakan dengan bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) sebagai berikut : 1 gram Uranium = 2,5 ton batu bara = 17.500 liter minyak. Dengan melihat kesetaraan energi tersebut di atas bisa dibayangkan betapa hebatnya energi yang diperoleh dari reaksi nuklir itu.
Mengingat akan besarnya energi yang diperoleh dari reaksi nuklir tersebut diatas, serta mengingat makin berkurangnya energi fosil (minyak dan batubara), saat ini energi nuklir merupakan energi alternatif terbaik sebagai pengganti energi fosil. Atas dasar hal itu maka pemanfaatan teknologi nuklir dalam bidang energi atau Nuclear Power Plan berupa Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi pilihan utama sejumlah negara industri maju. Bahkan saat ini PLTN juga sudah menjadi keharusan yang mau tidak mau harus dibangun di beberapa negara industri baru, seperti Korea, Taiwan, dan Cina. Sedangkan negara-negara di Amerika dan Eropa sudah sejak pertengahan tahun 1950-an memanfaatkan energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik.
Berdasarkan data tahun 2001, Amerika Serikat telah memiliki 103 buah PLTN, Prancis memiliki 59 buah PLTN, Jepang memiliki 53 buah PLTN, Korea memiliki 16 buah PLTN, India memiliki 14 buah PLTN, China memiliki 3 buah PLTN, dan Pakistan memiliki 2 buah PLTN. Perancis adalah negara terbesar yang pasokan tenaga listriknya dari PLTN, yaitu 79,4% dari seluruh kebutuhan tenaga listriknya.
PLTN berkembang dengan pesat. Perkembangan PLTN didukung oleh harga bahan baku Uranium yang relatif masih murah dan cadangannya masih tersedia melimpah.  Selain itu pemakaian energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik relatif bersih dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Lain halnya dengan pemakaian bahan bakar fosil apabila digunakan untuk pembangkit tenaga listrik akan menimbulkan dampak pencemaran lingkungan yang cukup parah. Alasan lain adalah bahwa harga bahan bakar fosil relatif mahal dan cadangannya pun semakin menipis. Dengan demikian orang harus mulai berpikir tentang energi alternatif yang dapat menjadi salah satu pilar kesejahteraan umat manusia yang dalam hal ini adalah energi nuklir.
Tenaga listrik yang dihasilkan dari PLTN, harga produksinya jauh lebih murah daripada listrik yang dibangkitkan secara konvensional. Hanya saja kekhawatiran akan adanya bahaya radiasi yang ditimbulkan manakala terjadi suatu kecelakaan nuklir sering kali menjadi bahan diskusi yang hangat di kalangan masyarakat. Tetapi dengan teknologi keselamatan ganda yang diterapkan pada setiap reactor nuklir. Maka kemungkinan terjadinya kecelakaan (kebocoran) nuklir dapat ditekan sekecil mungkin sehingga dapat dikatakan bahwa angka keselamatannya bisa mencapai 99,99%.
Jadi nuklir bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai alat perang akan tetapi Pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi. Bila bicara tentang hal itu, maka selaku mahasiswa, kita mempunyai tanggung jawab yang penuh atas keterbukaan informasi kepada hal layak, mengenai pemfaatan nuklir secara dini. Bukan malahan ditutup-tutupi atau seakan-akan masyarakat nantinya dibohongi tentang nuklir itu  sendiri. Tentunya perlu adanya kawalan yang erat oleh pihak-pihak pemerintah terkait dalam hal nuklir tersebut. Penggunaan nuklir dalam segi positif, serta merta akan menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat.
REFERENSI
Wardhana, Wisnu A, TEKNOLOGI NUKLIR:Proteksi Radiasi dan Aplikasinya, Andi, Yogyakarta, 2007

Jumat, 03 April 2015

Beginning

Assalamualaikum...
Izinkan saya sebagai pemilik blog ini memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama lengkap saya Teo Duri Yosta. Saya sekarang merupakan Mahasiswa program studi Kimia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keinginan saya menulis sebenarnya mulai dari saya menjadi mahasiswa baru semester 1 namun baru bisa di realisasikan di pertengahan sesmester 2 ini. Saya ingin menulis karna awalnya saya ingin bisa berbagi, berbagi bukan hanya dalam sifat materil saja. Tapi berbagi bisa dengan berbagi pengalaman,ilmu,jasa,dsb.
Di blog ini insha allah saya istiqomah inginn menulis setiap minggunya 1 artikel atau 1 keluh kesah yang membuat pikiran saya resah di dunia nyata. Yang nantinya kalian para pembaca blog ini bisa memberikan solusi dan kita bisa berdiskusi bersama di blog ini walaupun tidak face to face.
Oiyaaa.... berdiskusi di blog ? sebelumnya apa kalian pernah membayangkan kita yang sedang berada di wilayah yang berbeda bisa bertukar ilmu secara cepat tanpa harus bertemu ?