Kali ini saya ingin share essay buatan saya tentang nuklir saat beberapa bulan yang lalu saya ikut recruitmen KOMMUN (Komunitas Muda Nuklir Nasional). Untuk yang belum tau apa itu kommun kalian coba cari info tentang kommun di web (www.kommun.or.id). komunitas ini bergerak dibidang nuklir teman-teman. Di UIN sebenarnya juga ada komunitas seperti ini yang bernama KMSN (komunitas mahasiswa sadar nuklir) KMSN ini merupakan ranting dari KOMMUN teman-teman.
ok mungkin introductionnya cukup kali ya... To the point
Mohon maaf ya bila kalian bosen baca essaynya. karna ini essaynya didedikasikan untuk essay ilmiah hehehehe :D
PEMANFAATAN NUKLIR
SEBAGAI ENERGI UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA
Teo
Duri Yosta
UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi disingkat IPTEK,
merupakan kreasi dan inovasi manusia yang selalu berkembang dan bersifat
dinamis. IPTEK menentukan peradaban umat manusia walaupun kuasa dan kehendak
takdir ada ditangan yang kuasa. IPTEK bersifat netral, tidak buruk dan juga
tidak baik. Baik buruknya kinerja IPTEK sangat ditentukan oleh manusia yang
berada dibelakang IPTEK sama dengan halnya nuklir, nuklir bisa dijadikan bahan
untuk menyejahterakan manusia namun penggunaan yang tidak terpuji akan mampu
membinasakan umat manusia baik secara perlahan maupun secara cepat dan serentak.
Pemanfaatan nuklir yang tidak terpuji bisa dilihat
sejarah perang dunia II. Pemanfaatan bom nuklir untuk pertama kali yang
dijatuhkan oleh AS di kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang, telah mampu
menghentikan Perang Dunia II yang melanda juga di kawasan Asia dan berdampak
pada penurunan tingkat kesehatan manusia. Menyadari akan hal tersebut yang
sungguh mengerikan, para ilmuwan berusaha memanfaatkan potensi nuklir bukan
untuk menyengsarakan manusia tetapi memanfaatkannya untuk kesejahteraan umat
manusia.
Banyak instansi,komunitas dan lembaga negara
berusaha untuk memberikan pencerahan dan menghilangkan kesan nuklir yang kejam
dan menakutkan kepada generasi penerus bangsa. Begitupun seharusnya mahasiswa
sebagai agen perubahan harus ikut menaruh perhatian pada potensi nuklir untuk
perdamaian, kesehatan, dan kesejahteraan umat manusia serta sebagai salah satu
sumber energi alternatif dalam menjalankan industri. Menggantikan sumber energi
minyak bumi dan batu bara yang semakin langka.
Secara garis besar, pemanfaatan IPTEK nuklir dewasa
ini dikelompokkan dalam tiga bidang, yakni bidang energi, bidang non energi,
dan bidang militer. Sejak awal, Indonesia TIDAK berminat mengembangkan
pemanfaatan IPTEK nuklir bidang militer, melainkan mendukung pemanfaatan IPTEK
nuklir untuk maksud damai yakni pengembangan dibidang energi dan non energi
bagi kesejahteraan masyarakat.
Didalam mukadimah UU No 10 tahun 1997 tentang
Ketenaganukliran, telah disebutkan bahwa pemanfaatan dan pengembangan IPTEK
nuklir bagi pembangunan nasional yang berkesinambungan dan berwawasan
lingkungan, perlu ditingkatkan dan diperluas untuk ikut meningkatkan
kesejahteraan dan daya saing bangsa, serta ditujukan untuk maksud damai.
Sejak IPTEK nuklir dikembangkan dan dimanfaatkan
untuk kesejahteraan umat manusia, kemajuan peradaban umat manusia sangat
terasa, karena teknologi nuklir dapat menjangkau berbagai bidang ilmu.
Kesejahteraan rakyat menjadi lebih baik di negara-negara yang telah memanfaatkan
teknologi nuklir, sehingga teknologi nuklir seolah-olah menjadi tumpuan
harapan bagi sejumlah negara yang
menginginkan pendapatan per kapita rakyatnya bisa mengalami kenaikan, yang
berarti tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat menjadi lebih baik lagi.
Kestabilan politik dan pemerintahan bergantung pada tingkat kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat. Jadi teknologi nuklir tidak hanya berpengaruh pada kemajuan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri, tetapi juga berpengaruh dalam bidang
pemerintahan dan politik.
Kegiatan dalam bidang industri terbukti di berbagai
negara maju pendapatan per kapita rakyatnya meningkat. Dikarenakan kegiatan ini
dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan dengan berbagai macam
keahlian. Selain itu keuntungannya ikut menaikkan pajak pendapatan negara
sehingga hasil dari pajak tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dalam
bidang sarana dan prasarana, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan
bidang-bidang lain yang akhirnya akan bermuara pada tingkat kesejahteraan dan
kemakmuran suatu bangsa.
Untuk bisa melaksanakan kegiatan dalam bidang
industri ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti faktor sumber daya
manusia, faktor sumber daya alam dan faktor sumber daya energi.
Faktor sumber daya manusia meliputi tersedianya
tenaga ahli dan tenaga trampil yang diperlukan untuk suatu kegiatan industri
tertentu. Untuk mendapatkan tenaga ahli dan tenaga trampil diperlukan investasi
melalui pendidikan dalam berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Faktor sumber daya alam merupakan faktor penting
dalam menopang kegiatan dalam bidang industri. faktor sumber daya alam ini
meliputi tersedianya bahan dasar untuk kegiatan industri. apabila suatu negara
memiliki sumber daya alam yang cukup, hal ini sudah dapat menjadi modal untuk
memulai kegiatan dalam bidang industri dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
rakyatnya.
Faktor sumber daya energi merupakan faktor yang
paling utama dalam menunjang kegiatan industri. sebenarnya bukan hanya kegiatan
industri saja yang memerlukan ketersediaan energi yang cukup tetapi semua kegiatan
yang menyangkut kehidupan manusia memerlukan energi yang cukup. Dari tahun ke tahun sumber daya energi
stasioner berupa tenaga listrik maupun energi non-stasioner berupa bahan bakar
fosil (minyak, gas, dan batu bara) semakin banyak diperlukan, sedangkan sumber
daya alam penghasil sumber daya energi semakin sedikit jumlahnya. Ketidak
hati-hatian dan kekurang-cermatan dalam merencanakan pemakaian sumber daya alam
penghasil sumber daya energi akan menjadi malapetaka bagi suatu negara.
Berangkat dari pengalaman krisis energi yang melanda
dunia pada tahun 1970-an, negara-negara industri maju mulai beralih dari bahan
bakar fosil ke energi terbarukan. Energi terbarukan yang dimaksudkan adalah
energi listrik dari hydropower berupa PLTA yang bersumber dari air terjun,
Energi listrik dari panas bumi atau geothermal energy. Energi listrik dari laut
atau ocean thermal energy conversion. Energi dari panas matahari atau solar
energy yaitu energi listrik arus searah yang dihasilkan dari tenaga surya yang
diubah menjadi tenaga listrik melalui photo voltaic cell. Energi kekuatan angin
yang berhembus kuat secara kontinu, melalui kincir angin untuk pembangkit tenanga
listrik. Energi terbarukan ini
kebanyakan merupakan energi stasioner yang ternyata tetap tidak dapat mencukupi
kebutuhan energi yang diperlukan, karena tenaga listrik yang dibangkitkan atau
dihasilkan dari energi terbarukan tidak banyak.
Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang energi adalah
pemanfaatan yang paling dulu dilakukan
dibandingkan aplikasi teknologi nuklir dalam bidang lainnya dan merupakan mata
rantai keberhasilan melakukan reaksi inti terkendali. Pada reaksii inti yang
terjadi di dalam reactor nuklir, bahan bakar atau bahan fisil yang bereaksi
dengan neutron akan menghasilkan beberapa unsure radioaktif, neutron baru dan
energi yang sangat tinggi, seperti tampak pada reaksi inti berikut ini :
X
|
+
|
n
|
→
|
X1,X2,X3
…..
|
+
|
(2~3)n
|
+
|
Energi
|
↓
|
↓
|
↓
|
↓
|
↓
|
||||
Bahan bakar
(bahan fisil)
|
neutron
|
Radioisotop
baru
|
Neutron baru
|
Energi yang
tinggi
|
||||
Energi yang tinggi yang dihasilkan pada reaksi
tersebut di atas dimanfaatkan sebagai sumber panas yang pada proses berikutnya
mirip dengan pemanfaatan sumber panas konvensional. Panas yang dihasilkan oleh
energi nuklir tersebut sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari panas yang
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara).
Sebagai contoh penghitungan energi nuklir yang sangat tinggi hasil dari reaksi
inti adalah sebagai berikut : 1023
Misalkan 1 gram U235 = m/A x NA NA=Bilangan
Avogadro
=
1 Gram/235 Grat/Gram x6,025.1023 Atom/Grat
=
2,56x1021 atom.
Padahal diketahui bahwa pada setiap pembelahan atom U235
akan dibebaskan energi sebesar 200 MeV/atom. Sehingga pada pembelahan 1 gram U235
akan dihasilkan energi (panas) sebesar : E=2,56x1021x200MeV/atom=5,12x1023MeV.
Padahal konversi energi: 1 MeV=3,83x10-14cal. Jadi
energi yang dibebaskan pada reaksi pembelahan U235 adalah : E=5,12x1023x3,83x10-14cal=1,96x1010cal.
Dibulatkan menjadi E=2,00x1010cal.
Sekarang kalau dibandingkan dengan ledakan granat yang berisi
serbuk TNT 50 gram dan menghasilkan panas 50.000 cal=5x104cal.
Sedangkan energi reaksi inti 1 gram U235 menghasilkan panas 2,00x1010cal
ini sama dengan 20 ton TNT.
Jadi energi yang dihasilkan 1 gram U235 sama dengan
energi ledakan 20 ton TNT. Dapat juga energi nuklir disetarakan dengan bahan
bakar fosil (minyak dan batu bara) sebagai berikut : 1 gram Uranium = 2,5 ton
batu bara = 17.500 liter minyak. Dengan melihat kesetaraan energi tersebut di
atas bisa dibayangkan betapa hebatnya energi yang diperoleh dari reaksi nuklir
itu.
Mengingat akan besarnya energi yang diperoleh dari
reaksi nuklir tersebut diatas, serta mengingat makin berkurangnya energi fosil
(minyak dan batubara), saat ini energi nuklir merupakan energi alternatif
terbaik sebagai pengganti energi fosil. Atas dasar hal itu maka pemanfaatan
teknologi nuklir dalam bidang energi atau Nuclear Power Plan berupa Pusat
Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi pilihan utama sejumlah negara industri
maju. Bahkan saat ini PLTN juga sudah menjadi keharusan yang mau tidak mau
harus dibangun di beberapa negara industri baru, seperti Korea, Taiwan, dan
Cina. Sedangkan negara-negara di Amerika dan Eropa sudah sejak pertengahan
tahun 1950-an memanfaatkan energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik.
Berdasarkan data tahun 2001, Amerika Serikat telah
memiliki 103 buah PLTN, Prancis memiliki 59 buah PLTN, Jepang memiliki 53 buah
PLTN, Korea memiliki 16 buah PLTN, India memiliki 14 buah PLTN, China memiliki
3 buah PLTN, dan Pakistan memiliki 2 buah PLTN. Perancis adalah negara terbesar
yang pasokan tenaga listriknya dari PLTN, yaitu 79,4% dari seluruh kebutuhan
tenaga listriknya.
PLTN berkembang dengan pesat. Perkembangan PLTN
didukung oleh harga bahan baku Uranium yang relatif masih murah dan cadangannya
masih tersedia melimpah. Selain itu pemakaian
energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik relatif bersih dan tidak
menimbulkan pencemaran lingkungan. Lain halnya dengan pemakaian bahan bakar
fosil apabila digunakan untuk pembangkit tenaga listrik akan menimbulkan dampak
pencemaran lingkungan yang cukup parah. Alasan lain adalah bahwa harga bahan
bakar fosil relatif mahal dan cadangannya pun semakin menipis. Dengan demikian
orang harus mulai berpikir tentang energi alternatif yang dapat menjadi salah
satu pilar kesejahteraan umat manusia yang dalam hal ini adalah energi nuklir.
Tenaga listrik yang dihasilkan dari PLTN, harga
produksinya jauh lebih murah daripada listrik yang dibangkitkan secara
konvensional. Hanya saja kekhawatiran akan adanya bahaya radiasi yang
ditimbulkan manakala terjadi suatu kecelakaan nuklir sering kali menjadi bahan
diskusi yang hangat di kalangan masyarakat. Tetapi dengan teknologi keselamatan
ganda yang diterapkan pada setiap reactor nuklir. Maka kemungkinan terjadinya
kecelakaan (kebocoran) nuklir dapat ditekan sekecil mungkin sehingga dapat
dikatakan bahwa angka keselamatannya bisa mencapai 99,99%.
Jadi
nuklir bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai alat perang akan tetapi
Pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi
nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah
kelangkaan energi. Bila bicara tentang hal itu, maka selaku mahasiswa, kita
mempunyai tanggung jawab yang penuh atas keterbukaan informasi kepada hal
layak, mengenai pemfaatan nuklir secara dini. Bukan malahan ditutup-tutupi atau
seakan-akan masyarakat nantinya dibohongi tentang nuklir itu sendiri.
Tentunya perlu adanya kawalan yang erat oleh pihak-pihak pemerintah terkait dalam
hal nuklir tersebut. Penggunaan nuklir dalam segi positif, serta merta
akan menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat.
REFERENSI
Wardhana,
Wisnu A, TEKNOLOGI NUKLIR:Proteksi
Radiasi dan Aplikasinya, Andi, Yogyakarta, 2007